A.
Pengertian Komunikasi
Komunikasi merupakan
aktivitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan
satu sama lain baik dalam kehiduapan sehari-hari di rumah tangga, ditempat
pekerjaan, dipasar, dalam masyarakat atau dimana saja manusia berada. Tidak ada
manusia yang tidak akan terlibat dalam komunikasi. Komunikasi sangat penting
bagi kehidupan manusia. Berkembangnya pengetahuan manusia dari hari ke hari
karena komunikasi. Komunikasi juga membentuk sistem sosial yang saling membutuhkan
satu sama lain, maka dari itu komunikasi dan masyarakat tidak dapat dipisahkan.
Dalam Riswandi (2009),
istilah “komunikasi” (bahasa inggris “communication”) berasal dari Bahasa Latin
“communicatus” atau “communicatio” atau “communicare” yang berarti “berbagi”
atau “menjadi milik bersama”. Menurut Webster New Collogiate Dictionary,
komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antara individu melalui
sistem lambang-lambang, tandatanda atau tingkah laku. Adapun beberapa definisi
komunikasi menurut para ahli antara lain:
1.
Achmad S. Ruky
Menurut Achmad S. Ruky, komunikasi
merupakan proses pemindahan dan pertukaran pesan, dimana pesan ini dapat
berbentuk fakta, gagasan, perasaan, data atau informasi dari seseorang kepada
orang lain. Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk mempengaruhi dan/ atau
mengubah informasi yang dimiliki serta tingkah laku orang yang menerima pesan
tersebut.
2.
Atep Aditya Barata
Atep Aditya Barata mendefinisikan
komunikasi sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan, berita, atau
informasi yang terjadi diantara dua orang atau lebih. Proses ini dilakukan
secara efektif agar pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh penerimanya.
3.
Carl I. Hovland
Dalam buku ‘Ilmu Komunikasi Suatu
Pengantar’ dikatakan bahwa Carl I. Hovland mendefinikan komunikasi sebagai
sebuah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) untuk dapat
menyampaikan rangsangan, dengan tujuan untuk dapat mengubah prilaku orang lain
(komunikan).
B.
Unsur Komunikasi
Dalam berkomunikasi
memiliki unsur-unsur yang sangat penting. Berdasarkan dari definisi komunikasi
diatas, dalam Mulyana (2010) untuk terjadi proses komunikasi, minimal terdiri
dari tiga unsur utama menururt Model Aristoteles, yaitu:
1. Pengirim
pesan/komunikator
2. Pesan
3. Penerima
pesan/komunikan
C.
Sistem Komunikasi
Sistem komunikasi dan
informasi di dunia selalu berubah seiring perkembangan zaman, seperti halnya
dalam sebuah sistem, sistem komunikasi dan informasi berkaitan dengan sistem
politik dan kenegaraan, sistem ekonomi, sistem sosial dan lainnya. Dibutuhkan informasi
yang dapat menyaurkan informasi ke sistem sistem diatas sebagai berikut :
1. Informasi audio,
yaitu penyampaian sebuah informasi melalui pesan suara atau video
2. Informasi visual,
yaitu penyampaian informasi melalui gambar atau pun video
3. Informasi audio
visual, yaitu penyampaian informasi melalui penggabunan pesan gambar dan juga
suara.
4.
Informasi teks, yaitu penyampaian
informasi melalui tulisan atau teks
Dalam menunjang pertukaran informasi dibutuhkan peralatan yang
dapat memudahkan pertukaran informasi. Peralatan yang digunakan untuk menunjang
informasi didalam sistem komunikasi adalah :
1.
Telepon, yaitu alat komunikasi
yang dipakai sebagai media untuk menyampaikan pesan suara (khususnya pesan
dalam bentuk percakapan)
2.
Faksmile, yaitu alat komunikasi
yang digunakan untuk mengirimkan dokumen dengan cara melakukan scanning atau
copy.
3.
Radio, yaitu alat komunikasi
searah yang mampu menerima sinyal suara yang dipancarkan oleh pemancar radio
melalui modulasi gelombang elektromagnetik
4.
Handphone yaitu alat komunikasi
elektronik bersifat dua arah yang mudah untuk kita bawa kemana-mana dan
mempunyai kemampuan untuk bisa mengirim pesan baik berupa suara dan gambar,
dapat pula untuk mencari informasi dengan berselancar di internet
D. Komunikasi Interpersonal dan Antarpersonal
1. Komunikasi interpersonal
Bentuk komunikasi antara dua orang atau lebih dalam bentuk
verbal maupun nonverbal. Artinya, pesan yang disampaikan tersebut dapat berupa perkataan,
tulisan, bahasa tubuh, ekspresi, dan emosi.
2.
Komunikasi antarpersonal
Proses dimana satu orang merangsang pesan
verbal dan nonverbal yang sudah ada didalam pikiran orang lain. Konteks komunikasi
antarpersonal banyak membahas tentang bagaimana suatu hubungan dimulai, bagaimana
mempertahankan keretakan suatu hubungan. Komunikasi antarpersonal memiliki
beberapa manfaat yaitu:
1) Membantu perkembangan
intelektual dan sosial individu
2) Identitas atau
jati diri seseorang akan terbentuk dalam dan melalui komunikasi dengan sesame
3) Menguji cara
pandang terhadap dunia dan menjaga kesehatan mental
Dalam berkomunikasi juga
diperlukan sifat yang dapat membuat komunikasi menjadi lebih efektif yaitu:
1) Prositiviness/
berpikir positif
2) Openness/ keterbukaan
3) Supportiveness/dukungan
4) Equality/keterbukaan
5) Emphaty/empati
Komponen dalam Komunikasi
Antarpersonal
1) Komunikator
/Sumber/Pengirim Pesan (Communicator/Source/Sender)
Dalam
proses komunikasi, yang menjadi sumber komunikasi adalah sender atau pengirim
pesan. Komunikator adalah seseorang yang mengirimkan pesan.
2) Pesan (Message)
Yang
dimaksud dengan pesan adalah informasi yang akan kita kirimkan kepada
komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran.
3) Encoding
Encoding
adalah proses mengambil pesan dan mengirim pesan ke dalam sebuah bentuk yang
dapat dibagi dengan pihak lain. Informasi yang akan disampaikan harus dapat
di-encode atau dipersiapkan dengan baik. Sebuah pesan harus dapat dikirimkan
dalam bentuk dimana komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran mampu melakukan
decode atau pesan tidak akan dapat dikirimkan.
4) Media atau
Saluran Komunikasi (Channel)
Media
atau saluran komunikasi adalah media atau berbagai media yang kita gunakan
untuk mengirimkan pesan. Jenis pesan yang kita miliki dapat membantu kita untuk
menentukan media atau saluran komunikasi yang akan kita gunakan. Yang termasuk
ke dalam media atau saluran komunikasi adalah kata-kata yang diucapkan,
kata-kata yang tercetak, media elektronik, atau petunjuk nonverbal.
5) Decoding
Decoding
terjadi ketika komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran menerima pesan yang
telah dikirimkan. Dibutuhkan keterampilan komunikasi untuk melakukan decode
sebuah pesan dengan baik, kemampuan membaca secara menyeluruh, mendengarkan
secara aktif, atau menanyakan atau mengkonfirmasi ketika dibutuhkan.
6) Komunikate/Penerima
pesan (Communicatee/Receiver)
Komunikasi
tidak akan terjadi tanpa kehadiran komunikate/penerima pesan. Ketika
komunikate/penerima pesan menerima sebuah pesan, maka ia akan menafsirkan
pesan, dan memberikan makna terhadap pesan yang diterima.
7) Umpan Balik
(Feedback)
Umpan
balik memiliki peran yang tak ternilai dalam membantu kita sebagai komunikator
untuk memperbaiki keterampilan komunikasi. Kita dapat belajar apa yang berjalan
dengan baik dan apa yang tidak sehingga kita dapat berlaku secara efisien
ketika kita melakukan komunikasi di lain waktu.
8) Konteks
(Context)
Yang
dimaksud dengan konteks dalam proses komunikasi adalah situasi dimana kita
melakukan komunikasi. Konteks dapat berupa lingkungan dimana kita berada dan
dimana komunikate/penerima pesan berada, budaya organisasi, dan berbagai unsur
atau elemen seperti hubungan antara komunikator dan komunikate.
9) Gangguan (Noise)
Dalam
proses komunikasi, gangguan dapat berupa segala sesuatu yang dapat mengganggu
dalam proses penerimaan, penafsiran, atau penyediaan umpan balik tentang sebuah
pesan.
10) Efek (Effect)
Yang
dimaksud dengan efek dalam proses komunikasi adalah pengaruh atau dampak yang
ditimbulkan komunikasi yang dapat berupa sikap atau tingkah laku
komunikate/penerima pesan.
Refrensi
http://eprints.umm.ac.id/35160/3/jiptummpp-gdl-lintangaru-48725-3-babii.pdf
http://repository.radenfatah.ac.id/5121/3/BAB%20II.pdf
https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/view/701/362
Komentar
Posting Komentar