Langsung ke konten utama

Perubahan Sosial (Social Change)

 PERUBAHAN SOSIAL (SOCIAL CHANGE)

 

Perubahan pada masyarakat di dunia ini merupakan gejala yang normal, yang pengaruhnya menjalar dengan cepat ke bagian-bagian lain dari dunia, antara lain berkat adanya komunikasi moderen. Penemuan-penemuan baru di bidang teknologi, terjadinya revolusi, modernisasi dan seterusnya yang terjadi di suatu tempat, dengan cepat dapat diketahui oleh masyarakat lain yang letaknya jauh dari tempat tersebut.

 

A.    Pengertian Perubahan Sosial

Teori perubahan sosial dikemukakan oleh para ahli dengan aksentuasi yang berbeda-beda, sesuai dengan sudut pandangnya masing-masing. Terlepas dari perbedaan pandangannya, yang jelas, para ahli sepakat bahwa perubahan sosial terkait dengan masyarakat dan kebudayaan serta dinamika dari keduanya. Ogburn tidak memberi definisi tentang perubahan-perubahan sosial, melainkan memberikan pengertian tertentu tentang perubahan-perubahan sosial itu. Dia mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsurunsur kebudayaan baik yang material maupun yang non-material. Yang ditekankannya adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur non-material (Soekanto, 1990).

Dengan pengertian ini sebenarnya Ogburn mau mengatakan bahwa perubahanperubahan sosial terkait dengan unsur-unsur fisik dan rohaniah manusia akibat pertautannya dengan dinamika manusia sebagai suatu totalitas. Perubahan pola pikir, pola sikap dan pola tingkah laku manusia (yang bersifat rohaniah) lebih besar dipengaruhi oleh perubahan-perubahan kebudayaan yang bersifat material. Misalnya kondisi-kondisi ekonomis, geografis, atau biologis (unsur-unsur kebudayaan material) menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada aspekaspek kehidupan sosial lainnya (pola pikir, pola sikap, dan pola tingkah laku). Pengertian tentang perubahan sosial juga dikemukakan oleh Gillin dan Gillin. Kedua ahli ini mengatakan bahwa perubahanperubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat (Soekanto, 1990).

 

B.     Faktor Perubahan Sosial

Soerjono Soekanto (2009:275-282). Secara umum penyebab dari perubahan sosial budaya dibedakan atas dua golongan besar, yaitu perubahan yang berasal dari masyarakat   itu sendiri dan perubahan yang berasal dari luar masyarakat. Secara  jelasakan dipaparkan di bawah ini:

1.      Perubahan dari masyarakat

1)      Bertambah atau berkurangnya penduduk.Perubahan jumlah penduduk merupakan penyebab terjadinya perubahan sosial seperti pertambahan atau berkurangnya penduduk pada suatu daerah tertentu. Bertambahnya penduduk pada suatu daerah dapat mengakibatkan perubahan pada stuktur masyarakat, terutama mengenai lembaga-lembaga  kemasyarakatan.Sementara  pada daerah lain terjadi  kekosongan    sebagai akibat  perpindahan  penduduktadi.

2)      Penemuan-penemuan baru Penemuan-penemuan baru akibat perkembangan ilmu pengetahuan baik berupa teknologi maupun berupa gagasan-gagasan     menyebar ke masyarakat, dikenal, diakui, dan selanjutnya diterima serta menimbulkan  perubahan sosial

 

2.      Perubahan dari luar masyarakat

1)      Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada disekitar manusia. Menurut Soerjono Soekanto sebab  yang  bersumber  pada lingkungan   alam fisik yang kadang-kadang disebabkan oleh tindakan para warga masyarakat itu sendiri. Misalnya, penebangan hutan secara liar oleh   segolongan anggota masyarakat memungkinkan untuk terjadinya tanah longsor, banjir dan lain sebagainya.

2)      Pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Adanya interaksi langsung antara satu masyarakat dengan masyarakat  lainnya akan menyebabkan salingpengaruh.  Selain itu pengaruh dapat berlangsung melalui komunikasi satu arah yakni komunikasi masyarakat dengan media-media massa.

 

C.     Kategori dan Tahapan Perubahan Sosial

Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat terjadi dalam masyarakat maupun terjadi karena faktor-faktor yang datang dari luar. Berdasarkan hal tersebut maka diperoleh tiga kategori perubahan sosial yaitu :

1.       Immanent Change; yang merupakan suatu bentuk perubahan sosial yang berasal dari dalam sistem itu sendiri dengan sedikit atau tanpa inisiatif dari luar

2.      Selective Contact Change; yaitu outsider seca tidak sadar dan spontan membawa ide-ide baru kepada anggota-anggota dari pada suatu sistem sosial

3.      Directed Contact Change; yaitu apabila ide-ide baru, atau caracara baru tersebut dibawa dengan sengaja oleh outsider

Jika dilihat dari proses perubahan itu sendiri memiliki tahap-tahap tertentu, yang dalam hal ini ada tiga tahap yaitu :

1.      Invention; yang merupakan proses perubahan dalam masa suatu ide baru diciptakan dan dikembangkan dedalam masyarakat

2.      Diffusion; yang merupakan suatu proses dalam mana ide-ide baru tersebut disampaikan melalui suatu sistem-sistem hubungan sosial tertentu

3.      Consequence; yang merupakan proses perubahan yang terjadi dalam sistem masyarakat tersebut, sebagai hasil dari adopsi (penerimaan) mauoun rejection (penolakan) terhadap ide-ide baru.

Tahap-tahap tersebut di atas, sudah tentu menyangkut tanggapan atau sikap dari individu yang terlibat dalam perubahan. Kalau kita melihat secara garis besar, ada yang menerima dan ada yang menolak perubahan tersebut.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perilaku Kolektif & Pengelompokan Manusia

  A.    Perilaku Kolektif   Ahli sosiologi menggunakan istilah perilaku kolektif mengacu pada perilaku sekelompok orang yang muncul secara spontan, tidak terstruktur sebagai respons terhadap kejadian tertentu. Perilaku kolektif adalah suatu perilaku yang tidak biasa , sehingga perilaku kolektif dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang relatif spontan, tidak terstruktur dan tidak stabil dari sekelompok orang, yang bertujuan untuk menghilangkan rasa ketidakpuasan dan kecemasan. Sehingga kita dapat membedakan antara perilaku kolektif dengan perilaku yang rutin. Secara teoritis perilaku kolektif dapat dijelaskan dari berbagai sudut teori antara lain teori penyebaran, teori interaksionis, teori emergent-norm dan teori value-added. Kondisi pokok yang memicu munculnya perilaku kolektif menurut teori value-added adalah: kesesuaian struktural, ketegangan struktural, berkembangnya kepercayaan umum, faktor yang mendahului, mobilisasi dan kontrol sosial.   Horton...
 RELASI MASA MELALUI MEDIA MASSA             Dijaman yang semakin maju ini, media sosial memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Media sosial memiliki berbagai macam bentuk dan keunggulan masing-masing. Kita sebagai generasi milenial harus bisa memanfaatkan media sosial dengan baik. Berikut merupakan beberapa cara memanfaatkan media sosial : 1.       Mempromosikan Bisnis Sebagian generasi C usia produktif biasanya menggunakan media sosial untuk mempromosikan bisnis. Sekarang, bisnis online maupun offline bisa dipromosikan secara maksimal melalui media sosial yang tepat, seperti Instagram, Youtube, dan Facebook. Semakin banyak followers media sosialmu, maka semakin besar pula kesempatan untuk mendapatkan pelanggan baru. Personal branding bisnis melalui media sosial harus dilakukan secara terencana supaya bisnismu memiliki ciri khas yang membuat pelanggan tak mau beralih ke kompetitor. 2. ...
  TEORI KOMUNIKASI KONTEMPORER   Komunikasi merupakan hal yang pasti dilakukan oleh manusia dalam kehidupannya, demikian juga dengan hewan. Komunikasi merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam menjalani kehidupannya. Bahkan seorang bayi pun sudah dapat melakukan komunikasi, seperti ketika ia menangis itu bsia jadi menandakan bahwa ia sedang lapar atau tidak nyaman. Maka jelaslah bahwa komunikasi adalah hal penting yang harus dipelajari dan dipahamai. Studi komunikasi dewasa ini telah banyak melahirkan berbagai macam teori yang masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Ada banyak teori entang komunikasi. Berdasarkan kurun waktu dan pemahaman atas makna komunikasi, teori komunikasi semakin hari berkembang seiring berkembangnya teknologi informasi yang memakai komunikasi sebagai fokus kajiannya. Teori komunikasi kontemporer yang merupakan perkembangan dari teori komunikasi klasik melihat fenomena komunikasi tidak fragmatis. Artinya, komunikasi dipan...